Didepannya
aku menjadi diriku sendiri.
Seperti
airmu yang selalu membawa semua pesanku.
Dia pun
begitu,
membuatku
hanyut oleh
sorot
matanya.
Membuatku
lupa, oleh kesederhanaan suaranya.
Sampai aku
tak bisa katakan
apa-apa
padanya.
Bahkan untuk
sekedar bilang…
rindu, atau
butuh
Banyak yang
gak ngerti, lalu
terluka dan
saling menyalahkan.
Karena itu,
aku
takut
bicara tentang hati,
maka aku
tuliskan saja lalu
kusimpan
dan mungkin
kukirimkan
ke… entah kemana” ♥

Tidak ada komentar:
Posting Komentar