Naskah Drama untuk praktek bahasa inggris ,lumayan lah dapet scor 90 (´⌣`ʃƪ)
Siti Nurbaya
Syamsul Bahri
Datuk Maringgih
Baginda Sulaiman (ayah siti)
Sutan Mahmud (ayah syamsul)
Ibu Mahmud (ibu syamsul)
Ibu Sulaiman (ibu siti)
Istri Tua
~inngris (masih perlu pembetulan soalnya agak berantakan bhs.inggrisnya)
Syamsul Bahri
Datuk Maringgih
Baginda Sulaiman (ayah siti)
Sutan Mahmud (ayah syamsul)
Ibu Mahmud (ibu syamsul)
Ibu Sulaiman (ibu siti)
Istri Tua
~inngris (masih perlu pembetulan soalnya agak berantakan bhs.inggrisnya)
Narrator:
folklore legend that tells of the fabric of love that can not get the man that
led to a pair of forced marriage. The man named Syamsul Bahri, besides handsome
also descended from the noble. His father was a respectable Penghulu, namely
Sutan Mahmud. The girl named Siti Nurbaya, flawless beauty, with long
disheveled hair and manners Virgin virtuous son of king Solomon. The love Siti
and Syamsul very blessed by his parents who still have ties of kinship. Sutan
Mahmud's father Syamsul Bahri is Siti Nurbaya Mamak.
After
graduating from high school, attend school Syamsul Bahri Java prospective
doctor to look at a brighter future.
In the
Garden - Afternoon Day
Syamsul: I
will go
Siti: where?
Syamsul:
jakarta, I'm going to college there
Siti: but what
about me? I love bahri
Syamsul: I
know, but I have
Siti:
promise me you'll come back
Syamsul:
yes, I promise I'll get back to you
Narrator:
The tragedy comes whipping Nurbaya Siti family, his father went bankrupt
trading business, to become poor, and the king Solomon became sick. He ended up
borrowing money to a loan shark who lean and like many wives named Datuk
Maringgih. Debt king Solomon eventually accumulate and flowering Datuk
Maringgih.
Siti father
(Solomon): uhuk .. uhuk .. my wife, how do we now? we have a lot of debt to the
progenitor maringgih
Mrs. siti:
it do not sweat. sajan recover first
Father: but,
what if I die leaving debts?
Mother: I'll
think about it, calm down dear
Narrator:
One day the king went to the Maringgih Datuk Sulaiman who are sick to collect
receivables. Therein Maringgih Datuk Siti Nurbaya fascinated by the beauty.
Datuk Sulaiman Majesty Maringgih force to make his young wife Siti Nurbaya as
if Nurbaya Siti's father was unable to pay its debts.
Maringgih:
there anyone at home?
Mother:
progenitor maringgih, how are you?
Maringgih:
good. What about debts?
Mom: Sorry,
I'm do not have money. you know, my husband is currently ill
Maringgih: I
do not care, I just want my money
Mom: I'll
pay for it, but not now
Father and
siti come
Dad: what is
my wife?
Siti: mom
what is it?
Maringgih:
no, grandfather comes to take his money back
Datuk: Okay,
you do not have to pay
Dad: really?
Datuk: yes,
but your child should marry
Father,
mother, siti: what?
Datuk: yes,
I will marry your daughter
Siti: do not
be an old man! I already have a boyfriend.
Father: Do
not dream you marry my daughter!
Mom: I do
not agree with your grandfather maringgih
Datuk: up to
it, if you do not want to marry me I'll go home and all your possessions.
Narrator:
siti father once experienced shortness of breath and died.
Siti: dad ..
father .. what's wrong with you?
Mom: My
husband ... my husband .. wake up ...
Mother and
crying and progenitor maringgih siti straight away
2 weeks
later ...
Narrator:
samsul bahri come from Jakarta, he immediately met Siti Nurbaya. Siti Nurbaya
told everything to syamsul bahri what he was experiencing. and also about her
and progenitor pernikan maringgih
Siti: he
wanted me to marry him, but I do not want to. bahri I love you so much, I could
not leave
Samson: I do
not want to lose you siti, I will ask for help to my father or I will find a
job
Siti: but
the mother would not allow our relationship
Samson:
believe me, anything for you
Siti: thanks
dear
Narrator:
Syamsul menbicarakan siti with his mother.
Syamsul: I
want to marry the mother siti
Mother
syamsul: no, I do not agree you marry siti
Syamsul: But
mom, I love her very much. maringgih grandfather would marry her if she is
unable to pay its debts
Mom: It's
not our business.
Syamsul:
mother never understood me.
Mom: it's
the best for you syamsul
Syamsul:
mother of one, is not the best for me
Mother: I am
your mother, I know what's best for you
Narrator:
Without knowing it ... progenitor maringgih at the hearing talk it siti and
syamsul bahri, straight up blood! Datuk maringgih syamsul bahri intended to
drive from Padang! She spreads slander through his old wife ...
Datuk: brave
- brave the siti see syamsul bahri. I was her future husband
Old wife:
what is it? Do not noisy my husband!
Datuk: I'll
make it suffer the syamsul.
Old wife: do
not worry, I already know how great
Datuk: what?
old wife:
(evil smile)
Narrator:
Tersebarlah gosiip if Syamsul old wife raped progenitor maringgih .... So the
second Syamsul expelled by his Parents ....
Syamsul
father, mother and syamsul syamsul gathered in the living room
Syamsul:
Dad, I can not possibly commit such acts
Dad: go you!
I do not want to see you again
Mom: but my
husband let our children who explain everything
Father: not
necessary! go ye out of here!
Narrator:
Syamsul bahri could not say anything, just in the sense of sadness, and he went
back to Jakarta ... He was disguised as a Lieutenant Mas!! At Syamsul Bahri was
in Jakarta, Datuk maringgih be very loathe to Siti Nurbaya and he's thinking
about how to kill Siti Nurbaya ...
Datuk: siti
I want to die!
Old wife: we
poisoned him
Datuk: how?
Old wife:
just enter the poison into his drink
Datuk: good
idea
Narrator:
the next day to visit Siti Nurbaya grandfather and took a carton of milk that
has been entered by him poison
Datuk: I
brought this for you, lest you be sick
Siti: thank
you (and drunk by siti)
Siti and
milk in his hand, and immediately fell Siti Nurbaya dead.
Narrator:
Finally an announcement that Siti Nurbaya had died in the spread, and reached
the ears of Syamsul Bahri which is now renamed to Lieutenant Mas! Syamsul Bahri
increasingly angry with Datuk Maringgih ...
Syamsul:
I'll kill him! it is my promise!
Narrator:
Lieutenant Mas got a job down the rebellion in Padang. It gets fierce
resistance but managed to put it down even managed to kill Datuk Maringgih, the
mastermind behind the rebellion.
Datuk: we
meet young
Syamsul:
noisy! I'll kill you!
When the
fight finishes syamsul severe injuries, he was treated in hospital. At that
time, there was his desire to meet his father. At last, he managed to tell his
father that he is, Samsulbahri, still alive.
Syamsul:
Dad, I'm still alive. but this time I was in a bad state
Dad: I'm
sorry dad, son, father of one has been thrown out
Syamsul:
it's okay dad, I still love you
Having said
this, he breathed his last. The father were shocked and grieving, take our last
breath the next day.
Narator : Legenda cerita rakyat yang mengisahkan
tentang jalinan kasih yang tak sampai antara sepasang insan yang berujung pada
kawin paksa . Sang pria bernama Syamsul Bahri, selain berwajah tampan juga
berasal dari keturunan orang terpandang. Bapaknya adalah seorang Penghulu yang
terpandang, yakni Sutan Mahmud. Si gadis bernama Siti Nurbaya, berparas jelita,
berambut panjang bak mayang terurai serta santun budinya anak dari Baginda
Sulaiman. Jalinan cinta Siti dan Syamsul sangat direstui oleh kedua orang
tuanya yang masih punya hubungan kekerabatan. Sutan Mahmud ayah Syamsul Bahri adalah
Mamak Siti Nurbaya.
Setelah
menamatkan sekolah tingkat atas, Syamsul Bahri melanjutkan sekolah calon Dokter
di pulau Jawa untuk menatap masa depan yang lebih cerah.
Di Taman – Sore Hari
Syamsul : aku akan pergi
Siti : kemana ?
Syamsul : jakarta,aku akan kuliah disana
Siti : tapi bagaimana denganku ? aku
mencintaimu bahri
Syamsul : aku tahu , tapi aku harus
Siti : berjanjilah kamu akan kembali
Syamsul : iya aku janji aku akan kembali untuk
kamu
Narator :
Musibah datang mendera keluarga Siti Nurbaya, usaha dagang ayahnya mengalami
kebangkrutan, hingga jatuh miskin dan Baginda Sulaiman akhirnya jatuh sakit.
Beliau akhirnya meminjam uang kepada seorang rentenir yang berbadan kurus dan
suka beristri banyak bernama Datuk Maringgih. Hutang Baginda Sulaiman akhirnya
bertumpuk dan berbunga pada Datuk Maringgih.
Ayah siti (sulaiman) : uhuk .. uhuk .. istriku
, bagaimana kita sekarang ini ? hutang kita sudah banyak sekali kepada datuk
maringgih
Ibu siti : sudah jangan dipikirkan . sembuh
sajan dulu
Ayah : tapi,bagaimana jika aku mati
meninggalkan hutang ?
Ibu : biar aku yang memikirkannya, tenanglah
sayang
Narator :
Suatu hari Datuk Maringgih pergi kerumah Baginda Sulaiman yang sedang sakit
untuk menagih piutangnya. Disanalah Datuk Maringgih terpesona melihat
kecantikan Siti Nurbaya. Datuk Maringgih memaksa Baginda Sulaiman untuk
menjadikan Siti Nurbaya sebagai istri mudanya kalau ayah Siti Nurbaya tak
sanggup untuk membayar hutangnya.
Maringgih : siapa saja ada yang dirumah ?
Ibu : datuk maringgih , bagaimana kabarmu ?
Maringgih : baik . bagaimana dengan hutangku ?
Ibu : maaf , saya sedang tidak punya uang .
anda tahu , suami saya saat ini sedang sakit
Maringgih : saya tidak peduli , saya hanya
ingin uang saya
Ibu : saya akan membayarnya , tapi tidak
sekarang
Ayah dan siti datang
Ayah : ada apa istriku ?
Siti : ibu
ada apa ?
Maringgih : tidak , datuk datang untuk
mengambil uangnya kembali
Datuk : baiklah , anda tidak harus membayar
Ayah : benarkah ?
Datuk
: iya , tapi anak anda harus menikah denganku
Ayah,ibu,siti
: apa ?
Datuk
: iya , aku akan menikah dengan putri kalian
Siti
: tidak akan pak tua ! aku sudah mempunyai pacar .
Ayah
: jangan mimpi kamu menikah dengan anak saya !
Ibu
: saya tidak setuju dengan anda datuk maringgih
Datuk
: terserah saja , kalau tidak ingin menikah dengan ku aku akan ambil rumah dan
seluruh harta kalian .
Narator : seketika ayah siti mengalami sesak
nafas dan akhirnya meninggal .
Siti
: ayah .. ayah .. ada apa denganmu ?
Ibu
: suamiku … suamiku .. bangun …
Ibu
dan siti menangis dan datuk maringgih langsung pergi
2
minggu kemudian …
Narator
: samsul bahri datang dari jakarta , dia langsung menemui siti nurbaya . siti
nurbaya menceritakan semuanya ke syamsul bahri apa yang sedang dialaminya . dan
juga tentang pernikan dia dan datuk maringgih
Siti
: dia ingin aku menikah dengannya , tapi aku tidak ingin . aku sangat
mencintaimu bahri , aku tidak bisa meninggalkanmu
Samsul
: aku tidak mau kehilanganmu siti , aku akan meminta tolong kepada ayahku atau
aku akan mencari pekerjaan
Siti
: tapi ibumu tidak mengizinkan hubungan kita
Samsul
: percayalah padaku , apapun untukmu
Siti
: terimakasih sayang
Narator
: Syamsul menbicarakan siti dengan ibunya .
Syamsul
: ibu aku ingin menikah dengan siti
Ibu
syamsul : tidak , saya tidak setuju kamu menikah dengan siti
Syamsul
: tapi bu , aku sangat mencintainya . datuk maringgih akan menikahinya kalau
ibunya tidak dapat membayar hutangnya
Ibu
: itu bukan urusan kita .
Syamsul
: ibu tidak pernah mengerti saya .
Ibu
: itu yang terbaik untukmu syamsul
Syamsul
: ibu salah , ini bukan yang terbaik untuk saya
Ibu
: saya ini ibumu , saya tahu yang terbaik untukmu
Narator :
Tanpa di sadari … datuk maringgih yang mendengar pembicaraan it siti dan
syamsul bahri , langsung naik darah ! Datuk maringgih berniat mengusir syamsul
bahri dari Padang ! Dia menyebar fitnah melalui istri tua nya …
Datuk
: berani – beraninya si siti menemui syamsul bahri . aku ini kan calon suaminya
Istri
tua : ada apa ? jangan berisik suamiku !
Datuk
: akan ku buat menderita si syamsul itu
.
Istri
tua : tenang saja , saya sudah tahu cara yang bagus
Datuk
: apa ?
istri
tua : (senyum jahat)
Narator :
Tersebarlah gosiip kalau Syamsul telah memperkosa Istri Tua datuk maringgih….
Sehingga Syamsul di usir oleh kedua Orang Tua nya….
Ayah
syamsul,ibu syamsul dan syamsul berkumpul di ruang tamu
Syamsul
: ayah , aku tidak mungkin melakukan tindakan seperti itu
Ayah
: pergi kamu ! aku tidak ingin melihatmu lagi
Ibu
: tapi suamiku , biarkan anak kita yang jelaskan semuanya
Ayah
: tidak perlu ! pergi kamu dari sini !
Narator :
Syamsul bahri tidak sempat berkata apapun, hanya kesedihan yang di rasa, dan
dia kembali pergi ke Jakarta … Dia menyamar sebagai Letnan Mas !! Di saat
Syamsul Bahri masih di Jakarta, Datuk maringgih menjadi sangat benci
kepada Siti Nurbaya dan dia memikirkan bagaimana cara membunuh Siti Nurbaya…
Datuk
: aku ingin siti mati !
Istri
tua : kita racuni saja dia
Datuk
: bagaimana caranya ?
Istri
tua : masukkan saja racun kedalam minumannya
Datuk
: ide yang bagus
Narator : keesokan harinya datuk mengunjungi
siti nurbaya dan membawa sekotak susu yang sudah di masukkan racun olehnya
Datuk
: aku membawakan ini untuk mu , supaya kamu tidak sakit
Siti
: terimaksih (lalu diminum oleh siti)
Siti
dan susu yang dipegangnya terjatuh dan saat itu juga siti nurbaya mati .
Narator
: Akhirnya pengumuman bahwa Siti Nurbaya
telah meninggal di sebarkan, dan sampai ke telinga Syamsul Bahri yang sekarang
namanya menjadi Letnan Mas ! Syamsul Bahri semakin marah terhadap Datuk
Maringgih…
Syamsul
: akan kubunuh dia ! itu janjiku !
Narator : Letnan Mas mendapat tugas menumpas
pemberontakan di Padang. Ia mendapat perlawanan sengit namun berhasil
menumpasnya bahkan berhasil membunuh Datuk Maringgih, si dalang pemberontakan.
Datuk : kita bertemu lagi anak muda
Syamsul : berisik ! Akan kubunuh kau
!
Saat pertarungan selesai syamsul luka parah, ia
dirawat dirumah sakit. Saat itu, timbul keinginannya untuk berjumpa sang ayah.
Pada saat terakhir, ia berhasil memberitahu ayahnya bahwa ia, Samsulbahri,
masih hidup.
Syamsul : ayah , aku masih hidup . tapi saat ini
keadaan ku sedang buruk
Ayah : maafkan ayah nak , ayah salah telah
mengusirmu
Syamsul : tidak apa apa ayah , aku tetap
menyayangimu
Setelah mengucapkan hal itu, ia menghembuskan
nafas terakhirnya. Sang ayah yang terkejut dan berduka, ikut menghembuskan
nafas terakhir keesokan harinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar